Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Pintar Sejak Usia 2 Tahun

Selamat Moms, Anda telah melewati 1000 hari pertama si kecil! Selanjutnya, apa yang bisa Anda lakukan agar ia kian tumbuh cerdas dan membanggakan? Simak beberapa cara menyenangkan di bawah ini!

Nutrisi Yang Cukup

Nutrisi lengkap memiliki peran penting bagi pertumbuhan anak, apalagi saat golden age. Karbohidrat, protein, sayuran, buah dan susu harus selalu ada dalam menunya setiap hari, karena di usia 2 tahun, otak anak membutuhkan keseimbangan asupan yang tepat seperti glukosa, zat besi, vitamin A, vitamin B, zinc, dan asam folat.

Jika anak kurang menyukai sayur, Anda dapat menyajikannya dalam bentuk yang lebih menarik atau meniru resep-resep seru di Youtube untuk membuat hidden veggie meal.

Jangan lewati sarapan karena anak yang rutin sarapan akan mempunyai fokus dan memori yang lebih baik. Sajikan makanan segar setiap hari. Meskipun praktis, kurangi juga memberikannya processed food seperti nugget, sosis dan kornet.

Kenalkan Dengan Musik

Penelitian mengungkapkan bahwa musik mampu merangsang perkembangan otak pada anak sehingga membuat mereka menjadi lebih cerdas.

Anak-anak yang mempelajari musik sejak dini memiliki prestasi yang lebih unggul dan perkembangan kognitif yang baik, dibanding anak-anak yang tidak mengenal musik sama sekali. Bahkan musik sudah disarankan untuk diperdengarkan ketika anak masih dalam kandungan.

Mulai usia dua tahun, anak bisa ikut klub musik atau bergabung dengan sekolah musik terdekat. Ajak ia menjadi penonton ketika Anda bermain gitar atau piano di rumah.

Bicara Dengan Baik

Menginjak usia dua tahun, anak-anak umumnya sudah mulai bicara kalimat-kalimat sederhana. Asah terus kemampuan verbalnya dengan selalu mencontohkan bahasa yang baik dan kalimat yang lengkap.

Panggil namanya, tanya sesuatu, dengarkan dan apresiasi saat anak merespon sekecil apapun. Hindari berbicara menggunakan bahasa bayi, karena selanjutnya anak akan menganggap hal itulah yang benar, sehingga gaya bicaranya tidak berkembang.

Sebaiknya gunakan bahasa ibu atau bahasa yang memang aktif dipakai di rumah, setelah ia menguasai bahasa ibu, Anda bisa memperkenalkannya dengan bahasa asing.

Bacakan Buku

Membacakan anak cerita sejak dini dapat menambah kosakata dan mendidik anak untuk mencintai buku. Keterampilannya dalam berbahasa juga akan meningkat, memancing ia bertanya dan mengulang cerita yang sama dengan yang Anda bacakan.

Jadi selain membelikannya mainan, memberikannya buku-buku bergambar dengan cerita menarik adalah kegiatan yang wajib dilakukan.

Waktu Bermain Yang Cukup

Secara naluri, anak-anak memang gemar bermain. Pada usia ini sebaiknya cukupi kebutuhannya, jangan larang atau menghentikan keinginannya, karena bermain juga dapat membuat si buah hati menjadi pintar dan cerdas.

Pilih mainan edukatif seperti balok, puzzle, bola, flash card, alat musik anak-anak, mainan Montessori atau play pretend seperti berperan menjadi dokter, koki, polisi, pilot dan sebagainya.

Bermain di area outdoor juga baik untuk meningkatkan kreativitas, ketahanan dan interaksi sosial. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan memiliki kesehatan fisik dan sosial yang lebih besar. Ajak mereka berlarian bebas di taman atau berenang secara rutin, misalnya dua kali dalam seminggu.

Ikut Bermain

Jangan hanya mengamati dari jauh, sebaiknya ikut terlibat. Anak-anak akan merasa bahagia ketika orangtuanya bergabung dan bermain dengan mereka.

Ajarkan cara bermain yang benar, tunjukkan cara merapikan mainan setiap selesai bermain dan secara rutin ingatkan untuk mau berbagi bila sedang main bersama teman-teman.

Hal ini akan mengembangkan potensi sosialnya dan membantu Anda mengenali minat, bakat, kemampuan dan kebutuhan emosionalnya.

Kebiasaan Baik

Latih kedisiplinan, kesopanan dan tanggungjawab pada anak dengan cara mengajari dan mencontohkannya hal-hal keseharian yang baik.

Misalnya, buang sampah di tempatnya, berdoa, meletakkan pakaian kotor di keranjang, makan dengan sendok, pipis di toilet, mengetuk pintu serta ucap salam ketika masuk rumah, berkata sopan dan tidak berteriak.

Jangan lupakan 3 kata sakti: maaf, tolong dan terimakasih.

Batasi Waktu Nonton TV

Tak bisa dipungkiri bahwa tontonan di tv atau gadget dapat membantu anak belajar bahasa, berhitung, mengenal huruf, warna dan benda-benda lainnya.

Namun batasi waktunya dan damping setiap menonton. Jika kebablasan, anak akan menjadi susah fokus jika dipanggil atau diajak bicara, karena terbiasa melakukan kegiatan satu arah.

Tak sedikit anak yang mengalami speech delay karena terlalu sering menonton.

Jadi untuk menghindarinya, ajak anak lebih banyak bermain dan beraktivitas yang menyenangkan, agar anak tidak tumbuh kaku dan stres, apalagi usia dua tahun adalah masa eksplorasi.

Jam Tidur Teratur

Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang cukup tidur memiliki fokus dan kemampuan yang lebih baik di sekolah.

Jaga waktu tidur anak Anda, tetapkan jam yang sama setiap harinya, karena tidur sangat memengaruhi fungsi kognitif, perhatian, memori, bahkan membantu meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Waktu tidur yang ideal untuk anak 2-5 tahun adalah 11-13 jam dalam sehari.